kantorbolakantorbolakantorbolakantorbolakantorbola77kantorbola77kantorbola77kantorbola88kantorbola88kantorbola88kantorbola99kantorbola99kantorbola99

THE RIBBON HERO (2026) 6.410

6.410
Trailer

Nonton Film THE RIBBON HERO (2026) Sub Indo | REBAHIN

Nonton Film THE RIBBON HERO (2026) – Sutradara debutan Yûki Igarashi seharusnya bisa meraih sukses besar di sini: ini adalah adaptasi layar lebar pertama dalam beberapa dekade untuk *Princess Knight*, seri manga pascaperang yang berpengaruh karya jenius di balik *Astro Boy*, Osamu Tezuka. Namun, adaptasi yang sangat bebas ini justru antiklimaks: terasa konservatif karena hanya berfokus pada sisi feminin sang tokoh utama, Sapphire (disuarakan oleh Saya)—padahal karya aslinya yang menampilkan pertukaran gender dianggap sebagai pelopor—serta terasa hambar akibat penokohan yang terlalu standar dan kepatuhan membosankan pada pakem anime pertarungan.

Pemilik pita rambut paling mencolok sejak Minnie Mouse ini adalah seorang putri yang terpaksa mengasingkan diri ketika Nergal—sejenis serangga *earwig* raksasa yang bisa terbang—menghancurkan kerajaan asalnya, Silverland. Sembari mengembara bersama dayang setianya, Zirco (Mayumi Shintani), ia mencari perlindungan di kerajaan tetangga, Goldland. Karena butuh uang, ia bekerja di tambang penghasil kristal yang digunakan untuk meredakan amukan Nergal. Saat serangan Nergal lainnya terjadi, ia jatuh ke dalam kolam kristal yang mengaktifkan pita di kepalanya dan mengubahnya menjadi Princess Knight, sosok yang mampu mengalahkan makhluk-makhluk lintas dimensi tersebut. Seorang bangsawan setempat bernama Velvet (Seiran Kobayashi), yang juga ingin lepas dari cengkeraman Nergal, mengamati gerak-geriknya dengan saksama.
Bisa dimengerti jika Igarashi ingin memanjakan penggemar dengan nuansa hiburan era Tezuka yang lebih polos. Namun, bukankah hal itu bisa dilakukan sembari tetap membuka jalan baru bagi *Princess Knight*? Alih-alih demikian, ia justru menyuguhkan sosok pahlawan kebaikan yang terlalu manis dan terus-menerus bicara soal menolong orang lain (sikap yang menular ke kelompok pendukungnya yang mudah terlupakan). Pertarungan udara yang wajib ada dalam film ini pun tidak dibuat lebih hidup oleh variasi kekuatan super unik dan gila seperti yang kita lihat di *One Piece* atau *My Hero Academia*.

Meski demikian, kualitas animasinya tak perlu diragukan; film ini menampilkan beragam gaya visual yang mengesankan, memadukan kemegahan ala Eropa dengan latar belakang 2D yang memukau, serta menyisipkan momen emosional bergaya *chibi* hingga selingan pantomim dan permainan bayangan di tengah kekacauan aksi. Film ini menunjukkan keberanian kreatif yang jarang ditemukan di tempat lain; namun, kegagalan untuk memanfaatkan sisi imajinasi Tezuka yang lebih liar dan unik membuat adaptasi ini hanya terasa seperti tontonan bertema pemberdayaan perempuan yang biasa-biasa saja dan dangkal.

Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.