Thamma (2025) 6.410
Nonton Film Thamma (2025) Sub Indo | REBAHIN
Nonton Film Thamma (2025) –Ayushmann Khurrana adalah jantung film ini. Ia bermain lugas saat dibutuhkan dan condong ke sisi absurd saat naskah mengizinkannya. Menyaksikannya berlari di jalanan yang bercahaya, menghindari penjahat bertaring, dan masih melontarkan lelucon datar adalah pengingat betapa serba bisanya ia. Perpaduan cerita rakyat Hindi dan mitos vampir jauh lebih baik dari yang diharapkan. Film ini terus-menerus memasukkan sentuhan budaya pop yang cerdas yang membuat penonton merasa menjadi bagian dari lelucon tersebut.
Saat kredit film bergulir, saya menyadari bahwa saya telah menghabiskan dua setengah jam lebih sering tersenyum. Thamma lebih baik daripada Stree dan Bhediya dalam hal hiburan semata, meskipun kurang mengejutkan atau pukulan emosional yang menjadi tujuan film-film tersebut. Thamma tidak mendalam, dan memang tidak perlu mendalam. Thamma mencolok, lucu, dan sadar diri dengan cara yang terasa menyegarkan bagi Bollywood. Bagi saya, itu sudah cukup alasan untuk menyebutnya kemenangan.
Thamma dimulai seperti legenda yang diceritakan di sekitar api unggun. Seorang sejarawan menemukan manuskrip kuno yang mengisyaratkan mitos vampir yang terkubur jauh di Vijay Nagar. Apa yang awalnya merupakan penelitian segera berubah menjadi petualangan aneh yang penuh dengan kutukan, klan tersembunyi, dan garis keturunan yang tak kunjung mati. Film ini melompat dari masa lalu ke masa kini, di mana Alok, diperankan oleh Ayushmann Khurrana, secara tidak sengaja terjerumus ke dunia ini dan mendapati dirinya terjebak di antara manusia dan komunitas Betal yang dipimpin oleh Nawazuddin Siddiqui.
Ceritanya sederhana di atas kertas, tetapi penuh energi di layar. Film ini bergerak di antara mitos dan komedi, terkadang kehilangan fokus, tetapi selalu cukup menghibur untuk membuat Anda terus menonton. Paruh pertama terasa lambat dan tidak seimbang. Film ini menghabiskan terlalu banyak waktu untuk membangun dunia dan kurang menciptakan ketegangan. Namun, begitu paruh kedua dimulai, film ini berganti haluan. Aksinya menjadi lebih menegangkan, leluconnya lebih tajam, dan karakter-karakternya akhirnya menjadi hidup.
Yang paling berhasil adalah bagaimana Thamma memadukan cerita rakyat lokal dengan kisah vampir tanpa mengejek keduanya. Film ini menghormati sisi mistisnya sekaligus menikmatinya. Pembangunan dunianya terhubung dengan apik dengan Stree, Munjya, dan Bhediya, namun tetap berdiri sendiri. Tidak ada twist yang mengejutkan, tetapi tempo dan gaya visualnya membuatnya menyenangkan. Saat pertarungan terakhir berlangsung di atap-atap yang bermandikan cahaya neon, Anda berhenti memikirkan logika dan hanya mengikuti alurnya.
Ceritanya tidak memiliki kaitan yang kuat atau inti emosional yang melekat. Ceritanya mudah ditebak, ya, tetapi tetap memuaskan. Akhir ceritanya terasa seperti hasil yang didapat, bukan dipaksakan. Anda keluar dari film tanpa terlalu memikirkan misterinya, melainkan lebih memikirkan betapa menyenangkannya film tersebut. Ceritanya mungkin tidak inovatif, tetapi ini adalah sinema genre yang bagus dan percaya diri, yang tahu apa yang ingin diwujudkannya.
Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.






