kantorbolakantorbolakantorbolakantorbolakantorbola77kantorbola77kantorbola77kantorbola88kantorbola88kantorbola88kantorbola99kantorbola99kantorbola99

Shriek (2023) 2.610

2.610
Trailer

Nonton Film Shriek (2023) Sub Indo | REBAHIN

Nonton Film Shriek (2023) – Disutradarai oleh Patrick Rea (Counter Parts, Do Not Disturb), Calvin Main (Bedroom Window, The Sneak, The Experiment), Ramsey Attia (The Binding Box), (Grief), Calvin Weaver (Sleepwalker).
Ditulis oleh Patrick Rea (Counter Parts, Do Not Disturb), Michelle Davidson (Counter Parts), Anthony Finelli (Bedroom Window, The Sneak, The Experiment), Omar Attia (The Binding Box), Jesse David Ing (Grief), Calvin Weaver (Sleepwalker).
SHRIEK adalah salah satu kompilasi film pendek yang disamarkan sebagai antologi. Film ini tidak menggunakan pembungkus formal apa pun dan tidak ada tema khusus yang digali. Film ini hanya pengelompokan film horor pendek, yang tidak masalah, tetapi secara pribadi, saya lebih suka jika ada sedikit usaha lebih untuk menyatukan antologi-antologi ini.

“Counter Parts” karya Patrick Rea bercerita tentang saudara kembar dan ilmu sihir, di mana salah satu saudara kembarnya tampak beruntung, sementara yang lain mengalami kecelakaan mobil tragis yang membuatnya buta dan kehilangan satu kaki. Filmnya lumayan dan menurut saya efeknya cukup realistis. Alur ceritanya agak aneh, tapi tetap saja membuat saya sedikit tertawa.

“Bedroom Window” adalah film pendek karya Calvin Main yang sepertinya pernah saya lihat di antologi lain. Film ini berkisah tentang seorang anak laki-laki yang diculik di malam hari dan sebuah video, yang ditemukan oleh orang tuanya, menjelaskan semuanya. Film ini sangat pendek dengan monster menyeramkan.

“The Binding Box” karya Ramsey Attia adalah film singkat lain yang mengingatkan saya pada seri klasik TRILOGI TEROR “Prey” di mana seorang perempuan muda menerima paket melalui pos berisi boneka jack-in-box yang tampak sangat jahat. Saya menikmati pengerjaan yang dilakukan dalam desain boneka jack-in-box dan meskipun pendek dan jauh lebih sederhana daripada karya klasik Karen Black, film ini cukup menyenangkan.

Film pendek lainnya, “The Sneak” karya Calvin Main, berkisah tentang panggilan FaceTime antara dua orang, sehingga terasa seperti rekaman genggam yang ditemukan. Ceritanya agak suram, tetapi berjalan begitu cepat dan karakter-karakternya tidak pernah cukup mapan sehingga saya tidak terlalu peduli.

“Do Not Disturb” karya Patrick Rea adalah salah satu favorit saya. Saya merasa seperti pernah menonton film ini sebelumnya, tetapi film ini menceritakan seorang pembunuh berantai yang bersembunyi di sebuah hotel dari perburuan yang terus-menerus mendengar ketukan di pintunya. Tak lama kemudian, ia menerima kartu pesan yang dicetak dengan huruf-huruf rumit yang diselipkan di bawah pintu dan ceritanya menjadi gila di akhir. Film ini menyajikan banyak hal dengan sangat sedikit dan benar-benar menangani ketegangannya dengan sangat baik.

“Grief” diperankan dan difilmkan dengan apik oleh George Bessudo. Film ini berkisah tentang sebuah keluarga yang menghadapi kematian seorang anak kecil dengan cara mereka sendiri. Bahkan ada beberapa adegan menakutkan yang dipikirkan dengan matang dan seorang anak hantu yang menyeramkan. Namun, ceritanya terasa kurang—seolah-olah ada bagian lain dari cerita yang tak pernah terungkap atau dibahas hingga film ini berakhir.
“Sleepwalker” adalah favorit kedua saya. Kisah yang menyentuh jiwa dari Calvin Weaver tentang seorang wanita yang kehilangan suaminya secara misterius dan kemudian dikutuk oleh iblis asap hitam dalam tidurnya. Saya menyukai sedikit kejutan di film ini dan sisi humornya yang berpadu dengan kengerian. Iblis asap itu juga tampak keren. Namun, akhir yang samar, atau lebih tepatnya, tanpa akhir, benar-benar membuat film ini terasa kurang memuaskan bagi saya.

Terakhir, “The Experiment” menandai penampilan ketiga Calvin Main sebagai sutradara dalam antologi ini. Film ini memiliki banyak kelebihan, dan sementara film pendek lain dalam antologi ini terasa samar karena kurangnya anggaran atau ide, film ini tetap mempertahankan misteri dan justru menambah efektivitas cerita. Film ini berkisah tentang seorang prajurit yang menjalani semacam ujian aneh. Film ini menceritakan hari terakhir ujiannya dan meskipun berjalan cepat, Anda akan menemukan banyak intrik yang menarik. Ini adalah cara yang tepat dan kuat untuk mengakhiri antologi ini.

Secara keseluruhan, ini bukan kumpulan film pendek yang buruk. Patrick Rea telah membuat banyak film pendek selama waktunya di belakang kamera, serta beberapa film panjang yang sangat keren seperti ARBOR DEMON dan NAILBITER. Filmnya memang yang terbaik, tetapi secara keseluruhan, ini adalah kumpulan film pendek yang sangat profesional.

Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.