Measures of Men (2023) 6.810
Nonton Film Measures of Men (2023) Sub Indo | REBAHIN
Nonton Film Measures of Men (2023) – “Saya sedang mempelajari budaya-budaya ini.” Inilah pembenaran yang diberikan Alexander Hoffmann (Leonard Scheicher) saat ia memahat tengkorak anggota suku Herero yang telah meninggal, merampok makam mereka, mengambil harta benda mereka, atau bahkan menyaksikan penduduk asli sendiri memisahkan sisa-sisa jaringan dari tulang belulang orang-orang yang mereka cintai. Tahun 1896, dan Jerman sedang melakukan genosida di koloninya di Afrika Barat Daya Jerman – sebuah babak kelam dalam sejarah Jerman. Namun, tidak seperti Holocaust, babak ini sebagian besar telah dilupakan. Sutradara Lars Kraume, yang film Measures of Men [+]-nya ditayangkan perdana sebagai pemutaran khusus Berlinale di Berlinale 2023, telah menetapkan misinya untuk menghidupkan kembali kenangan ini.
Pada awalnya, terdapat idealisme murni. Hoffmann, seorang pria dengan penghasilan sederhana, tetapi dengan ambisi ilmiah yang tinggi, ingin menjadi seorang etnolog seperti ayahnya dan mempelajari “orang-orang biadab” ini. Di sisi lain, ibunya tidak melihat masa depan dalam upaya ini dan ingin dia menikah dengan keluarga baik-baik. Skenario ini lucu, karena dalam kebanyakan film sejarah, peran dalam situasi ini akan terbalik. Selain itu, memiliki ambisi untuk menjadi bagian dari komunitas ilmiah akan menjadi pilihan yang lebih sehat. Pada pergantian abad, eugenika, yang membedakan “ras kulit putih superior” dari “ras kulit hitam inferior”, merupakan pendekatan ilmiah yang dominan. Hal ini dilakukan dengan mengukur ukuran tengkorak atau mengkategorikan warna kulit. Berinteraksi dengan “objek” ini, dan mempelajari budaya mereka melalui observasi atau dialog, bukanlah tujuannya.
Namun, Hoffmann dihadapkan pada keretakan pertama dalam pandangan dunia ini ketika ia bertemu Kezia Kunouje Kambazembi (Girley Charlene Jazama), seorang Herero yang dipaksa bekerja sebagai penerjemah bagi kaumnya selama pameran dunia di Berlin. Cerdas dan tegas, ia menantang Hoffmann, yang memperlakukannya dan kaumnya seperti barang antik. Untungnya, Kraume menahan diri untuk tidak menyelami plot yang terlalu sering dimainkan dalam produksi yang lebih besar dan lebih menggurui. Hoffmann tidak ditampilkan sebagai orang naif yang bisa diubah, melainkan sebagai produk zamannya. Ia mulai meragukan apakah orang-orang ini inferior, namun ia masih lebih ngeri melihat Kunouje bersikap kasar kepada kaisar Jerman daripada Jerman yang merampas tanah orang-orang ini.
Makalahnya tentang kesetaraan ras tidak banyak disukai, terutama oleh profesornya (Peter Simonischek). Namun, untuk membuktikan kebenarannya, ia bergabung dengan ekspedisi ke koloni tersebut beberapa tahun kemudian. Di sinilah Hoffmann, dan juga penonton, dihadapkan pada kengerian nyata yang jauh melampaui beberapa asumsi usang tentang tengkorak. Kraume menunjukkan penderitaan dan pembunuhan yang dimungkinkan oleh imperialisme ekonomi dan teritorial. Orang-orang yang mengaku ilmuwan mengais dari satu desa ke desa lain, menjarah kuburan demi kuburan. Harta karun dilemparkan ke dalam karung, dan Herero yang mendekat, mencari air, ditembaki. Untuk menumpas pemberontakan, mereka digiring ke padang pasir untuk mati, sementara yang lain ditangkap dan dijebloskan ke kamp konsentrasi. Tengkorak mereka dikumpulkan, “karena mereka tidak membutuhkannya lagi”. Kraume memberikan gambaran megah tentang tanah yang tak kenal ampun ini. Kematian menanti di segala arah, entah itu disebabkan oleh alam atau Jerman.
Hoffmann, yang hancur oleh pengalaman ini, tetapi masih terdorong oleh keinginan untuk “mempelajari orang-orang ini”, berangkat mencari Kunouje. Namun, keyakinannya bahwa kehidupan prasejahtera Kunouje bukanlah produk rasnya, melainkan keadaannya, akan diuji lebih dari sekali. Dan seperti yang ditunjukkan Kraume, ini bukanlah kisah seorang pahlawan, seorang pria yang telah berubah dan bersedia melawan status quo; ini adalah kisah tentang bagaimana kengerian tertentu di pertengahan abad ke-20 menemukan lahan subur untuk berkembang biak, terlepas dari hati nurani masyarakat.
Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.
Genre:Drama
Actors:Alexander Radszun, Anton Paulus, Corinna Kirchhoff, Girley Jazama, Leo Meier, Leonard Scheicher, Ludger Bökelmann, Max Koch, Peter Simonischek, Sven Schelker
Directors:Lars Kraume






