kantorbolakantorbolakantorbolakantorbolakantorbola77kantorbola77kantorbola77kantorbola88kantorbola88kantorbola88kantorbola99kantorbola99kantorbola99

Elang (2025)

Trailer

Nonton Film Elang (2025) Sub Indo | REBAHIN

Nonton Film Elang (2025)  – Elang menjadi kapten sekaligus striker andalan yang kerap mencetak gol kemenangan. Namun, pencapaian tersebut tidak membuat Elang senang karena dirinya masih belum bisa membiayai perawatan ibunya yang menderita Alzheimer. Di balik kesuksesan tim nasional, ada Hardiman (Lukman Sardi) yang geram karena dirinya adalah otak dari jaringan bisnis judi bola yang biasa terlibat dalam bisnis pengaturan skor pertandingan.

Banyak bagian cerita yang ingin disampaikan film ini dalam durasinya yang hanya 97 menit. Tentang keadaan ibu Elang yang sering mencarinya, tentang hubungan Elang dengan kekasih gelapnya yang menjadi jurnalis, hingga kehidupan dirinya kala direkrut oleh tim dari Australia. Namun, semuanya diceritakan kurang mendalam. Termasuk bisnis Hardiman yang diperlihatkan secara monoton melalui para pegawainya yang seharian menyimak update skor pertandingan sambil terkadang menerima telepon. Citra bahwa dirinya merupakan pengkhianat bangsa pun tidak bisa maksimal menarik kebencian penonton. Ditambah lagi, ketika diceritakan melalui narasi dan potongan-potongan adegan, kerap ada kesalahan dalam detilnya yang cukup mengganggu.

Elemen dramanya jelas menempatkan Elang dalam pilihan untuk mengejar karirnya demi kesejahteraan keluarga atau membela tim nasional sebagaimana keinginan sang pelatih. Berbagai dialog yang mempengaruhi pilihan dirinya ada yang hadir dengan konteks yang kurang tepat, ada pula yang tampil dramatis dengan melibatkan karakter orang Indonesia lain yang bersahabat dengan Elang di Australia. Ujian akhirnya jelas akan mempertemukan Elang dengan Hardiman, yang narasinya menyelipkan upaya sederhana sang protagonis dalam menguak kebusukan Hardiman.

Sebagai sebuah film tentang sepak bola, situasi dalam lapangan yang digambarkan sang sutradara tidak pernah tersaji mendebarkan. Antusiasme para suporter di lapangan tidak maksimal gairahnya. Beberapa tim yang melawan tim nasional di lapangan hadir kurang meyakinkan sebagai sebuah kesebelasan. Saya meragukan pengalaman sang sutradara dalam menonton pertandingan sungguhan baik secara langsung maupun lewat TV. Karena pilihan momen menegangkan yang diambilnya kerap kurang tepat. Yang bisa dibilang tersaji menegangkan adalah adegan laga yang mempertemukan Franki Darmawan dan Chintya Candranaya, yang jauh terjadi di luar pertandingan Elang. Sekuens bela diri dari kedua aktor tersebut masih bisa diambil lebih rapi. Karakter mereka dalam film pun bisa lebih dilibatkan lagi dalam ceritanya. Karena keduanya diperkenalkan kurang proporsional, yang satu sudah pernah dihadirkan sebagai petarung underground, sementara satunya lagi hanya diperkenalkan sebagai tokoh yang gemar berolahraga hingga malam hari.

Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.