kantorbolakantorbolakantorbolakantorbolakantorbola77kantorbola77kantorbola77kantorbola88kantorbola88kantorbola88kantorbola99kantorbola99kantorbola99

A Good Child (2025)

Trailer

Nonton Film A Good Child (2025) Sub Indo | REBAHIN

Nonton Film A Good Child (2025) –

Dalam film A Good Child, bintang utama Richie Koh sepenuhnya menghayati peran Jia Hao, karakter yang didasarkan pada ratu drag Singapura Sammi Zhen (nama asli Christopher Lim), untuk debut peran utamanya dalam film layar lebar. Rambutnya yang berani, energinya yang eklektik, dan kepribadiannya yang ceria menghidupkan layar. Meskipun Jia Hao dicintai di pertunjukan komedinya yang selalu penuh penonton, ia terasing dari keluarganya yang konservatif. Segalanya berubah ketika ia memutuskan untuk berhubungan kembali dengan ibunya yang janda dan menderita demensia (Hong Huifang).

Narasi A Good Child lugas, berdasarkan biografi Sammi sendiri, tetapi lebih dari sekadar potret manusia. Ong juga menyoroti stigma yang dihadapi oleh komunitas LGBTQ di Singapura. Selama bertahun-tahun, telah terjadi peningkatan penerimaan hak-hak LGBTQ di Singapura, terutama di kalangan generasi muda. Namun, kesenjangan antargenerasi tetap ada, sebuah masalah yang dihadapi Jia Hao dan keluarganya. Ong meneliti bagaimana pandangan yang berlawanan ini dapat memengaruhi seseorang hingga dewasa. Ini patut dipuji mengingat minimnya representasi positif kaum queer dalam perfilman Singapura.

Namun Ong tidak berhenti sampai di situ. Seolah belum cukup melodramatis, masalah keluarga lain yang harus dihadapi Jia Hao adalah ibunya yang sakit, yang salah mengira dia sebagai putrinya yang telah lama hilang. Dia terus berpura-pura saat kondisi ibunya memburuk. Ong menggambarkan hubungan baru mereka dengan kelembutan dan kelucuan. Tetapi dia juga meneliti konsekuensi mendasar dari populasi Singapura yang menua melalui kondisi perawatan demensia, yang rata-rata menelan biaya US$18.490 per tahun. Pada tahun 2025, lebih dari 20% warga Singapura akan berusia 80 tahun atau lebih—mengakibatkan peningkatan kewajiban keluarga.

Meskipun referensi-referensi ini relevan, Ong tidak ragu untuk menambahkan humor. Candaan Jia Hao yang menyenangkan dengan ibunya sangat menghibur. Sarkasmenya dapat dianggap kasar atau tidak sopan, tetapi dia mengatakan yang sebenarnya. Seiring waktu, bahkan ibunya pun belajar menerimanya, dan akhirnya menerimanya juga. Yang juga menjadi inti film ini adalah penampilan transformatif para pemerannya, yang secara luar biasa dipimpin oleh Koh—yang mendapatkan nominasi Golden Horse Award atas perannya yang memukau sebagai Jia Hao. Terlepas dari bagaimana orang lain memandangnya, termasuk keluarganya sendiri, Jia Hao menolak untuk didefinisikan oleh prasangka eksternal. Ketahanannya dalam menghadapi tantangan sangat mengesankan, dan penampilan Koh benar-benar sebuah pencerahan. Ia menyampaikan kepercayaan diri Jia Hao yang tersembunyi di balik kesedihan dan kesepian yang mendalam. Aktris veteran Hong juga mampu menandingi kekocakan Koh dengan kekocakannya sendiri sebagai ibu Jia Hao, sehingga jarang ada momen yang membosankan dalam film ini.

Pergeseran dari humor ke drama dan kembali lagi merupakan inti dari perjalanan roller coaster A Good Child. Ong beralih antara dunia Jia Hao yang penuh warna dengan pertunjukan drag ke realitas suram kewajiban keluarganya. Seiring perkembangan film, karakter-karakternya pun ikut berkembang. Jia Hao tidak lagi terikat oleh kebencian, kakak laki-lakinya mengakui tanggung jawabnya, dan ibunya berdamai dengan masa lalunya. Potret keluarga ini hampir mengingatkan pada film blockbuster Thailand, How to Make Millions Before Grandma Dies. Namun, terkadang Ong terlalu memaksakan drama melalui musik latar. Menjelang paruh kedua film, hampir setiap adegan selalu diiringi musik latar. Alih-alih memperdalam adegan, musik latar tersebut tampak berusaha keras untuk memancing reaksi dari penonton.

Meskipun tidak tanpa kekurangan, A Good Child adalah film yang menyentuh. Film ini juga merupakan langkah maju bagi sinema Singapura untuk menampilkan lebih banyak cerita yang beragam. Film ini merupakan contoh bagaimana menyeimbangkan humor dengan komentar sosial dan drama. Pada akhirnya, A Good Child mengangkat pertanyaan sambil secara halus mengkaji keinginan universal akan rasa memiliki, rumah, keluarga, dan cinta diri.

A Good Child (好孩子)—Singapura. Dialog dalam bahasa Inggris, Mandarin Tiongkok, Hokkien. Disutradarai oleh Ong Kuo Sin. Durasi 1 jam 59 menit. Pertama kali dirilis 9 Oktober 2025 di bioskop Singapura. Dibintangi oleh Richie Koh, Hong Hui Fang, Johnny Lu, Charlie Goh, Cheryl Chou.

Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.