kantorbolakantorbolakantorbolakantorbolakantorbola77kantorbola77kantorbola77kantorbola88kantorbola88kantorbola88kantorbola99kantorbola99kantorbola99

Vice Is Broke (2025) 6.210

6.210
Trailer

Nonton Film Vice Is Broke (2025) Sub Indo | REBAHIN

Nonton Film Vice Is Broke – Vice Is Broke (2025) adalah komedi gelap yang memadukan satir, drama kriminal, dan komentar sosial dalam sebuah paket yang mendebarkan dan sangat menghibur. Disutradarai oleh sineas ternama Sarah Blackwood, film ini mengkaji secara tajam keserakahan, ambisi, dan absurditas dunia modern. Film ini bagaikan rollercoaster cepat yang tanpa basa-basi menawarkan kritik tajam terhadap ekses kapitalis saat ini.

Film ini mengikuti kisah “Vice” (diperankan oleh Eric Thornton yang karismatik dan tak terduga), seorang maestro teknologi yang dulunya menjanjikan, yang telah jatuh dari kejayaannya setelah serangkaian investasi buruk dan transaksi korup. Vice pernah berada di puncak rantai makanan Silicon Valley, dipuja oleh media dan dihujani pujian. Kini, ia adalah seorang pria yang mati-matian mempertahankan gaya hidup yang tak lagi mampu ia jalani. Dengan utang yang menggunung, kerajaan bisnis yang runtuh, dan serangkaian karakter licik yang mengincarnya, Vice harus berjuang keras mencari jalan keluar dari lubang keuangannya.

Ketika kesempatan terakhir Vice untuk menyelamatkan diri datang dalam bentuk perampokan berisiko tinggi yang melibatkan harta karun digital bernilai jutaan, ia bekerja sama dengan sekelompok orang yang tak terduga—termasuk mantan asistennya yang sedang sial (diperankan oleh Lily Jansen), seorang peretas yang gagal (diperankan oleh Kenneth Morrell), dan seorang bankir investasi yang moralnya ambigu (diperankan oleh Karen Wight). Bersama-sama, mereka merencanakan operasi berisiko untuk memulihkan aset kripto yang dicuri dari sindikat kriminal berbahaya.

Seiring berjalannya perampokan, upaya putus asa Vice untuk mendapatkan kembali kekayaannya menjadi tak terkendali, yang mengarah ke serangkaian situasi absurd, seringkali tragis dan kocak. Film ini mengeksplorasi kejatuhannya dari kejayaan dan upayanya untuk memanipulasi orang-orang di sekitarnya demi keuntungan pribadi. Dalam prosesnya, Vice berhadapan langsung dengan kesombongannya sendiri, batas ambisinya, dan puing-puing personanya yang dulu tak terkalahkan.

Pada intinya, Vice Is Broke adalah satir tentang kekayaan, teknologi, dan mimpi-mimpi yang tak berkelanjutan yang mendorong begitu banyak budaya korporat saat ini. Film ini mengkritik gagasan kesuksesan yang diraih sendiri, mempertanyakan apakah mengejar keuntungan pribadi pernah membawa kebahagiaan—atau hanya meninggalkan hubungan yang retak, etika yang hancur, dan tumpukan utang.

Film ini juga mengangkat tema-tema kemerosotan moral di dunia di mana keuntungan adalah tujuan utama dan batas antara benar dan salah menjadi semakin kabur. Keputusasaan Vice merupakan gambaran kecil dari masalah sosial yang lebih besar: obsesi untuk sukses dengan cara apa pun. Film ini menggambarkan seorang pria yang memiliki segalanya—hingga ia kehilangan segalanya, dan seluruh pandangan dunianya runtuh saat ia dipaksa menghadapi konsekuensi dari tindakannya.

Penggambaran Eric Thornton tentang Vice terasa tragis sekaligus sangat menghibur. Ia menangkap kombinasi karisma, arogansi, dan ketakutan yang mudah berubah dalam karakternya dalam sebuah penampilan yang kemungkinan akan menjadi salah satu peran paling menonjol tahun ini. Ia dengan mulus berpindah-pindah di antara momen-momen humor tajam dan kerentanan yang mendalam, menjadikan Vice karakter yang menjijikkan sekaligus simpatik. Penampilannya bisa saja menjadi karikatur di tangan yang salah, tetapi Thornton menghadirkan kedalaman yang mengejutkan pada peran tersebut.

Lily Jansen tampil gemilang sebagai mantan asisten Vice, Lana, yang terseret kembali ke dalam kehidupannya yang kacau akibat keputusasaan finansial. Alur karakternya—berubah dari pasangan yang enggan menjadi wanita yang mengendalikan takdirnya sendiri—adalah salah satu elemen film yang paling memuaskan. Ia menguatkan absurditas situasi tersebut dengan bobot emosional yang membumi.

Kenneth Morrell, sebagai Tony sang peretas, dan Karen Wight, sebagai bankir yang bermoral abu-abu, memberikan dukungan komedi dan dramatis yang luar biasa. Chemistry mereka dengan Thornton fantastis, menciptakan dinamika kelompok yang disfungsional sekaligus mengharukan.

Sutradara Sarah Blackwood menghadirkan energi yang khas pada Vice Is Broke, dengan cekatan menavigasi antara komedi gelap, drama penuh ketegangan, dan momen-momen aksi menegangkan. Tempo film ini ketat, jarang membiarkan penonton tenang, sehingga taruhannya tetap tinggi dan ketegangan terasa nyata.

Sinematografi Evan Ross tajam dan apik, melengkapi tema budaya teknologi modern film ini dengan sempurna. Pengambilan gambarnya seringkali dingin dan klinis, membangkitkan dunia kantor perusahaan dan layar digital yang steril dan impersonal. Namun, ketika perampokan dimulai, visualnya menjadi lebih kacau, mencerminkan runtuhnya kendali para karakter atas situasi mereka.

Film ini menggunakan metafora visual secara efektif—seperti kontras citra ruang kantor yang terang dan bersih dengan tempat persembunyian yang gelap dan klaustrofobia. Pergeseran gaya ini mencerminkan penurunan para karakter dari eselon atas kesuksesan ke dunia bawah tanah yang kelam ciptaan mereka sendiri.