kantorbolakantorbolakantorbolakantorbolakantorbola77kantorbola77kantorbola77kantorbola88kantorbola88kantorbola88kantorbola99kantorbola99kantorbola99

The Missing (2023) 7.110

7.110
Trailer

Nonton Film The Missing (2023) Sub Indo | REBAHIN

Nonton Film The Missing – Gimana rasanya kalau kita suka banget sama sebuah film debut dari sutradara yang sebelumnya jarang terdengar, lalu sadar bahwa ketika filmnya tayang ternyata nggak banyak yang terlalu ngomongin sehingga bikin harapan untuk film ini punya sekuel mungkin tipis?

Pengalaman menonton pertama kali yang mungkin masih bisa lo rasain sampe saat ini tapi ternyata nggak bisa balik kalau ditonton berkali-kali. Lo pengen nonton dengan cerita berbeda tapi konsep yang sama untuk bisa mengembalikkan pengalamannya. Lalu kembali sadar bahwa itu adalah hal yang tidak bisa lo kontrol.

Itu perasaan gue setelah nonton film SEARCHING (Chaganty & Ohanian, 2018). Film yang pernah gue bahas di sini walaupun masih agak berantakan reviewnya, cuma bisa sedikit dibaca bahwa banyak banget elemen yang gue suka dari filmnya.

Ternyata meski di Indonesia nggak terlalu ramai dibicarakan, film ini lumayan sukses di pasar internasional dan ternyata sutradaranya mau kembali membangun konsep yang sama dengan tajuk dan cerita baru.

Ngerti dong seberapa hebohnya gue? Wah gila, gue nulis ini bahkan sebelum nonton filmnya. Lebih bersemangat lagi waktu tau bahwa review pre screeningnya memuaskan

Dan akhirnyaaaaaaaaaa, yaampun, dapat LAGI KESERUAN YANG SAMA PERSIS YANG TAK PERNAH SAYA HARAPKAN UNTUK KEDUA KALINYA….

MISSING menjanjikan konsep yang sama dengan pendahulunya. Kalau sebelumnya kursi sutradara menduduki Chaganty & Ohanian, kali ini baik skrip dan penyutradaraan ditakeover oleh Nicholas D. Johnson, Will Merrick yang sebelumnya duduk sebagai editor dalam film SEARCHING. Walaupun disutradarai oleh pasangan yang berbeda, trailernya membuat gue tau bahwa ini adalah mimpi yang tidak berani gue bikin tapi malah jadi kenyataan!

Masih dengan elemen family bonding yang jadi landasan ceritanya, MISSING mengenalkan June (Storm Reid), anak remaja perempuan yang dibesarkan oleh seorang ibu tunggal, Grace (Nia Long) setelah kepergian sang ayah karena kanker otak.

Sebelum berangkat liburan ke Kolombia dengan kekasihnya, Kevin, Grace meminta June untuk menjemput mereka saat kepulangannya nanti. Namun ketika tiba-tiba hari kepulangannya June menemukan bahwa ibunya dan Kevin tidak datang dan tidak bisa dihubungi.

June berusaha menghubungi hotel tempat mereka menginap dan mendapat kabar bahwa keduanya belum checkout dan meninggalkan seluruh barangnya di hotel. Untuk mendapatkan CCTV hotel, June diberikan 48 jam untuk mengirim seseorang ke hotel sebelum CCTV mereka akan terhapus.

June panik dan mulai mencari keberadaan ibunya melalui segala jenis media sosial dan aplikasi digital yang ia miliki.

Masih menggunakan konsep screenlife, semua penceritaan MISSING disampaikan melalui sudut pandang kamera gadget yang digunakan June.

Kalau SEARCHING menggambarkan bapak yang berusaha mencari anaknya dengan segala upaya yang dia bisa dengan keterbatasan pengetahuan akan teknologi, MISSING mengambil POV anak masa kini yang mencari orang tua dengan limitasi lokasi antar negara dan tingkat ancaman yang lebih intens.

Bak tau bahwa June anak remaja yang mahir menggunakan media sosial, isu yang diangkat pun dituntut lebih kompleks untuk mendapatkan beban sedikit lebih besar dibandingkan David Kim pada film SEARCHING. Makanya nggak heran kalau tampilan layar dan situs yang digunakan June jauh lebih maju daripada yang digunakan David Kim.

Walaupun sebelumnya duduk di kursi editor tapi mengingat ini film berkonsep screenlife seperti Johnson & Merrick udah tau betul gaya dan formula yang tepat yang digunakan sebelumnya sehingga MISSING hadir dengan gaya yang familiar bagi penontonnya.

Secara formula penceritaan masih mengalir dengan pendekatan cerita masa lalu ke masa kini. Meski punya gaya yang sama, ceritanya gak berhubungan antara SEARCHING dan MISSING sehingga kalau belum nonton film sebelumnya kamu masih tetap bisa mengikuti film yang ini.

Seakan ingin meningkatkan intensitas kompleksitasnya, MISSING membawa isu yang jauh lebih berat dengan background story yang lebih sensitif. Perlu hati hati menjabarkan film yang satu ini supaya tidak menumpahkan beberapa kunci cerita.

Meskipun di beberapa rute cerita tampak familiar, benang merahnya tersebar lebih banyak dan jauh lebih ruwet sehingga penonton dibuat untuk terus menebak. Seakan tau emang film ini mengecoh, banyak plot dan adegan yang dibuat hanya untuk mengarahkan sudut pandang penonton ke yang tidak seharusnya.

Kesempatan untuk mencari tau siapa yang salah dan dalang dibalik semuanya jauh lebih rumit. Alahasil semua orang di suudzonin, bikin kita percaya masalah sama semua karakternya dan kaget bersama sebioskop akhirnya.

Kalau SEARCHING jauh lebih hangat, dramatis dan ikut tak berdaya, MISSING ini bikin momennya lebih deg-degan bak film thriller dan malah ikutan merasa gak aman dan gak nyaman sama masalah.

Pesan hubungan keluarga juga lumayan berlapis dari beberapa karakter seperti sutradara emang pengen nunjukin perasaan saling menguntungkan antara orang tua dan anak juga sebaliknya.