Make a Wish (2025)
Nonton Film Make a Wish (2025) Sub Indo | REBAHIN
Nonton Film Make a Wish (2025) – Dari penulis naskah Kim Eun-sook (*The Glory*, *Guardian: The Lonely and Great God*, *Mr. Sunshine*) hadir sebuah drama Korea (drakor) komedi romantis fantasi baru berjudul *Genie Make A Wish*; bisa dibilang ini adalah drakor romantis paling kacau yang pernah saya tonton tahun ini. Mengambil inspirasi dari mitologi Islam, drakor ini mempertemukan kembali Kim Woo-bin dan Suzy dalam sebuah kisah yang melintasi zaman dan sarat akan makna mendalam. Meski episode perdananya memicu pro-kontra karena eksposisi cerita yang berat dan karakter utama wanita yang memiliki kepribadian unik nan nyentrik, pada akhirnya drama ini berhasil merangkai segalanya dengan apik.
Di awal *Genie Make A Wish*, kita diperkenalkan dengan sosok Iblis (Kim Woo-bin), sesosok jin pengabul permintaan yang membuat kesepakatan dengan Tuhan untuk menguji sebuah teori. Iblis meyakini bahwa semua manusia itu serakah dan egois; namun, jika ada manusia yang memohon sesuatu yang benar-benar tanpa pamrih, nyawanya sendiri yang akan menjadi taruhannya. Sayangnya bagi sang jin yang memandang hidup dengan sinis, ia justru dihukum mendekam di dalam lampu selama 983 tahun setelah seorang manusia berhasil mematahkan keyakinannya. Hal ini memicu dendam mendalam dalam diri Iblis, yang bertekad melacak reinkarnasi sosok yang menyebabkan dirinya terkurung.
Inkarnasi terbarunya adalah seorang psikopat sejati bernama Ki Ka-young (Suzy). Setelah ditelantarkan ibunya akibat sifatnya yang penuh kekerasan, Ka-young dibesarkan oleh sang nenek, Oh Pan-geum (Kim Mi-kyung), yang menanamkan berbagai aturan ketat agar cucunya tetap berada di jalan yang benar. Warga desa setempat juga turut membantu membesarkan Ka-young agar ia tumbuh menjadi pribadi yang cukup baik, terlepas dari kondisi neurologisnya. Tentu saja, ketika Ka-young pergi ke Dubai dan secara tak sengaja menemukan lampu milik Iblis, pertemuan mereka bukanlah awal dari kisah yang indah bak jodoh yang ditakdirkan surga.
*Genie Make A Wish* unggul dalam mengeksplorasi sisi kemanusiaan serta perdebatan besar mengenai keserakahan manusia versus kemampuan kita untuk bersikap tanpa pamrih jika diberi kesempatan. Lewat kisah yang terbentang dalam 13 episode, drama ini mengangkat perdebatan abadi antara Iblis dan Tuhan, dan penulis Kim Eun-sook memanfaatkan kesempatan ini untuk mendalami tema tersebut melalui berbagai karakter yang diperkenalkan dalam serial ini.
Sosok sentral dalam perdebatan ini adalah Ka-young, seorang psikopat yang—terus terang saja—seharusnya akan terus-menerus membuktikan kebenaran argumen Iblis. Namun, tanpa adanya hasrat dan dengan kepatuhan ketat terhadap aturan yang ditetapkan sang nenek, ia tidak memiliki keinginan yang sungguh-sungguh ingin ia wujudkan. Dilema ini mungkin saja telah menghentikan laju cerita *Genie Make A Wish* sepenuhnya, seandainya Eun-sook (melalui taruhan antara Ka-young dan Iblis) tidak menawarkan kesempatan untuk mengeksplorasi perdebatan ini lewat permintaan lima individu acak (serta penampilan kameo yang memikat dari Daniel Henney, bintang *Wheel of Time*).
Hal ini memberikan ruang bagi alur cerita utama yang melibatkan Ka-young dan Iblis untuk bernapas, sekaligus memperlihatkan sisi sifat manusia yang bisa ditebak maupun yang tak terduga. Keputusan seorang individu bukanlah cerminan dari seluruh umat manusia. Melalui momen-momen singkat bersama orang-orang ini—yang pada akhirnya saling terkait dengan kehidupan duo tokoh utama kita—generalisasi Iblis mengenai umat manusia pun mulai dipertanyakan.
Demikian pula, keputusan orang lain memengaruhi cara Ka-young berinteraksi dengan dunia. Terlepas dari stigma yang ia terima dari sebagian warga desa akibat sifat psikopatnya, kebaikan dan empati sang nenek saat membesarkannya, serta pengaruh persahabatannya dengan Choi Min-ji (Lee Zoo-young) dan warga desa lainnya, semuanya memberikan dampak nyata. Mereka sebenarnya bisa saja menolaknya (dan memang ada yang melakukannya lewat kata-kata menyakitkan serta penghakiman); namun kasih sayang dan tekad sang nenek, ditambah penerimaan dari Min-ji, membentuk Ka-young menjadi sosok yang melampaui segala dugaan.
Melalui interaksinya dengan Ka-young, sang nenek, dan warga desa, sikap Iblis melunak. Transformasinya dari sesosok jin yang sinis dan ketus menjadi pribadi yang bersedia mengakui kemungkinan dirinya keliru, digambarkan secara alami. Akting Kim Woo-bin sebagai Iblis sungguh memukau; ia mampu beralih dengan mulus antara momen-momen jenaka yang konyol hingga saat-saat pergulatan batin menghadapi amarah dan keputusasaan Iblis. Sebagai Iblis, ia memikul beban penderitaan dan sinisme, yang perlahan mulai runtuh saat ia bertemu dengan sosok psikopat yang sepadan dengannya.
Sebagai sebuah kisah romansa, *Genie Make A Wish* sebenarnya tidak semestinya berhasil. Bayangkan saja: sesosok makhluk abadi yang memikat harus berhadapan dengan seorang psikopat yang tidak mampu merasakan beragam emosi—sebuah karakter yang diperankan Suzy dengan sangat totalitas. Dan, sebagian besar elemen ceritanya memang hampir berhasil mencapai tujuannya. Hampir. Meski telah berupaya maksimal, *chemistry* antara Kim Woo-bin dan Suzy tidak benar-benar memancarkan nuansa romantis. Sebaliknya, akan lebih masuk akal jika Iblis dan Ka-young digambarkan pada akhirnya menjadi teman, mengingat interaksi mereka yang penuh canda.
Salah satu alasan mengapa kisah romansa ini terasa kurang mengena mungkin terletak pada keterbatasan rentang emosi karakter Ka-young. Ini bukanlah kritik terhadap akting Suzy; sebagai Ka-young, ia berhasil menghidupkan kondisi neurologis serta pengalaman hidup karakternya yang membuat Ka-young cenderung minim ekspresi emosional. Hal ini memang menyulitkan penggambaran perkembangan perasaan yang mengalir alami, namun mencermati keputusan-keputusan yang diambil Ka-young dapat membantu mengisi celah-celah tersebut.
Melengkapi kisah pasangan ini adalah jajaran karakter pendukung yang memahami betul energi kacau yang dibawa oleh Genie.
Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.
Genre:Animation
Actors:Ahn Eun-jin, Bae Suzy, Kim Woo-bin, Ko Kyu-pil, Noh Sang-hyun
Directors:Justyna Green






