Pools (2025) 5.710
Nonton Film Pools (2025) Sub Indo | REBAHIN
Nonton Film Pools (2025) – Penuh semangat, konyol, dan penuh risiko, “Pools” adalah film pesta yang menyegarkan, dengan lamunan tanpa henti yang membangkitkan semangat sang protagonis yang terpuruk. Film ini berkisah tentang masa muda yang bergulat dengan masa lalu pribadi yang menyakitkan, jenis film tentang kesedihan remaja yang umum dalam film remaja satu dekade lalu, yang menemukan resonansi baru di sini. Bagi Odessa A’zion, “Pools” melanjutkan kebangkitan sang aktris, yang menemukan momentum kuat dengan kisah mafia Jennifer Esposito yang mencekam, “Fresh Kills.”
A’zion, yang memiliki selera bermain dan emosi spontan yang memikat, berperan sebagai Kennedy, seorang gadis remaja yang merusak diri sendiri yang kuliah di pinggiran kota Chicago, Lake Forest, dengan beasiswa. Ia mendapatkan uang itu dengan menjadi mahasiswa berprestasi, meraih nilai 34 pada ACT-nya, dan mempertahankan IPK 4.0. Namun sejak kematian ayahnya setahun yang lalu, kesedihan yang ia rasakan telah membuatnya kehilangan kendali. Ia telah membolos begitu banyak kelas hingga hampir dikeluarkan. Konselornya, Mrs. Lewis (Suzanne Cryer), memberinya satu kesempatan lagi untuk datang ke kelas atau kehilangan beasiswanya. Kennedy, yang menggambarkan dirinya lebih seperti “Robert daripada Jack,” malah memutuskan untuk berpesta dengan teman-temannya.
Seperti yang Anda duga dalam film remaja, tak satu pun dari anak-anak ini yang langsung menjadi teman. Kennedy mendekati mantan atlet, Reed (Mason Gooding)—ia menghabiskan hari-harinya berolahraga di lapangan—untuk nongkrong karena ia sudah cukup umur untuk membeli minuman keras. Meskipun Blake (Tyler Alvarez) seorang yang kaku dan sedang belajar untuk menjadi dokter, ia juga salah satu orang yang simpatinya terhadap Kennedy tak pernah pudar. Kelompok ini dilengkapi oleh Delaney (Ariel Winter) dan Shane (Francesca Noel) karena yang satu adalah mantan Reed dan yang lainnya naksir padanya. Kuintet ini membeli botol-botol Malört seukuran minibar dan menyusuri pinggiran kota yang mewah dengan celana renang dan baju renang.
Saat para remaja ini melompat dari satu kolam ke kolam lain, membangunkan pemiliknya yang marah sebelum melarikan diri ke dalam malam, film “The Swimmer” yang dibintangi Frank Perry dan Burt Lancaster mudah terbayang. Berbeda dengan film tersebut, penulis/sutradara Sam Hayes tidak mengkritik emas palsu dari impian Amerika. Paling banter, ia menentang jalur konvensional pendidikan tinggi sebagai pengganti karier di bidang seni. Sebaliknya, Hayes memanfaatkan ikonografi “The Swimmer” untuk menyamakan upaya sia-sia Lancaster untuk mendapatkan kembali kehidupan yang pernah dijalaninya dengan harapan Kennedy untuk merasakan kembali kehadiran ayahnya.
Terlepas dari kerinduan nostalgia itu, energi riuh di menit pertama film ini terasa nyata. Para pemain yang direkam dengan indah nyaris tak mampu mengimbangi Kennedy dan teman-temannya yang berpacu di malam hari. Adegan di kolam renang berkilauan dengan cahaya bak kaca, seolah Anda sedang mengarungi jantung kristal biru. Dan ketika kelompok itu akhirnya menetap di sebuah rumah kosong milik Dale (Raymond Fox), mereka menjelajahi dan menerobos ruang dengan semangat Peter Pan dan anak-anaknya yang hilang.
Di paruh kedua “Pools,” alur cerita berubah menjadi tenang dan gelisah. Perangkat pembingkaian yang memanfaatkan standee terasa hambar, tak pernah berkembang sepenuhnya melampaui keunikan komedi. Hayes juga menghilangkan efek tabrakan dan zoom kocak yang sebelumnya ia gunakan dengan efektif. Sebaliknya, estetikanya menjadi cukup umum dan jinak, berkat para remaja ini yang memilah-milah daya tarik dan ketakutan mereka. Pergantian babak terakhir yang melibatkan seorang tukang reparasi AC (Michael Vlamis) kembali memicu sedikit keajaiban, membangkitkan keteguhan hati yang tenang dalam menghadapi kehilangan.
Meskipun “Pools” terkadang terlalu terpaku pada lelucon dan terlalu konvensional dalam penggambaran hambatan remaja, rasa duka yang mendalam tetap terasa nyata berkat A’zion. Ia menampilkan akting yang memukau dan eksplosif, dengan guncangan susulan yang menyentuh setiap sudut bingkai. Ia adalah salah satu orang yang dicintai kamera. Ia membuat “Pools” layak untuk dinikmati.
Jangan lupa untuk selalu cek Film terbaru kami di REBAHIN.
Actors:Ariel Winter, Francesca Noel, Mason Gooding, Michael Vlamis, Odessa A'zion, Suzanne Cryer, Tyler Alvarez
Directors:Sam Hayes






